Sebelum pertandingan, Panpel Arema sebenarnya sudah berkoordinasi dengan kelompok Jakmania. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi selain melakukan pengamanan super ketat di pintu-pintu masuk guna mencegah masuknya flare.
"Kami juga sudah menghimbau agar kelompok suporter tim tamu agar tidak membawa dan menyalakan flare, tapi jika hal itu tetap terjadi maka apakah itu salah kami?" ungkap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.
Flare menyala memasuki menit ke-87 di tribun 14 yang dihuni kelompok suporter Persija. Meski tak mengganggu jalannya pertandingan, namun Haris tetap menyesalkan kejadian ini.
"Kami mengapresiasi kepada Aremania yang tidak terpancing meski suporter tim tamu menyalakan flare," pungkas pria berkacamata tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar