Selasa, 31 Mei 2016

Hasil Lengkap dan Klasemen Pekan Kelima TSC 2016

 Berikut hasil Lengkap TSC 2016: 

Klasemen Sementara TSC 2016

 Akhirnya pekan lima Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 rampung sudah, setelah di laga terakhir Persiba Balikpapan mampu unggul telak 3-1 atas Bali United. Ini merupakan kemenangan perdana bagi Beruang Madu di kompetisi ini.

Sementara untuk puncak klasemen sendiri kembali diduduki oleh Arema Cronus usai meraih kemenangan atas Persegres Gresik United. Kemenangan 3-1 ini atas Laska Joko Samudro, menempati salah satu pemain Arema di posisi top skor. Sosok itu adalah Hamka Hamza yang pada pertandingan tersebut mencetak gol melalui tendangan bebas cantik.

Keberhasilan Singo Edan diposisi puncak tak lepas dari hasil imbang 0-0 yang diraih oleh Sriwijaya FC dan Mitra Kukar yang bertemu di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (29/5).

Selain itu juga hasil kekalahan Persija dengan skor 1-0 dari Barito, juga menggagalkan Macan Kemayoran ke puncak klasemen.

Di hari Sabtu, Persipura Jayapura berhasil memenangi derby Papua atas Perseru Serui dengan skor tipis 1-0. Semen Padang berhasil menjadi tim lain selain Persiba yang berpesta gol di pekan ini.

Menjamu Persela Lamongan, Tim Kabau Sirah berhasil melumat Laskar Joko Tinggir dengan skor telak 4-0. Sementara tim kuat Persib Bandung hanya bisa bermain imbang 0-0 atas Madura United di pekan ini.

Hasil imbang juga mewarnai pekan kelima TSC, selain SFC dan Mitra Kukar. Ada dua partai lainnya yang diwarnai hasil imbang adalah PS TNI vs PSM Makassar. Kedua tim hanya mampu berbagi poin setelah bermain sama kuat 1-1. Serta PBFC yang ditantang Bhayangkara Surabaya United yang juga berakhir dengan skor imbang 1-1.

Selanjutnya TSC 2016 akan libur hingga 10 Juni mendatang untuk menyambut bulan Ramadhan.





Minggu, 29 Mei 2016

PREDIKSI TSC 2016 Barito Putera vs Persija: Incar Kemenangan Tandang Perdana

Jakarta - Persija Jakarta coba berusaha untuk merebut kemenangan tandang perdana saat bertemu tuan rumah Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (29/5) nanti. Terlebih mereka memiliki modal apik dalam empat pertandingan terakhir.

Macan Kemayoran belum diterpa kekalahan. Saat bertandang ke Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura dan Perseru Serui, Persija bisa pulang membawa poin setelah bermain imbang. Adapun dua laga di kandang masing-masing melawan Semen Padang dan Persela Lamongan diakhiri dengan kemenangan.

Selain itu keberadaan pelatih asal Brasil, Paulo Camargo juga membuat Persija semakin kuat. Sebelumnya, Paulo Camargo juga mempromosikan sejumlah pemain muda untuk melengkapi skuad Macan Kemayoran.

"Persija punya sejarah dan tradisi sebagai tim besar dan kuat. Di bawah binaan pelatih sekarang (Paulo Camargo), Persija mengalami kemajuan pesat," jelas Mundari Karya.

"Tentu bukan hal mudah menghadapi salah satu tim yang hingga kini belum pernah kalah di ISC 2016, karena itu jalannya laga nanti akan sangat ketat."

Meski begitu, Mundari Karya percaya skuat asuhannya akan menunjukkan penampilan terbaik. Hasil tiga poin di kandang seperti diinginkan bukan tidak mungkin didapat.

Sementara itu, tim tamu mengusung optimisme tinggi di laga ini. Camargo juga menargetkan timnya bisa meraih kemenangan di pertandingan nanti.

"Namun, Barito Putera bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Laga melawan mereka pasti akan berlangsung menarik," tegas pelatih asal Brasil itu.

Dalam laga ini Laskar Antasari akan berharap striker asingnya Luis Carlos yang telah mengemas dua gol berduet dengan bomber lokal Amirul, Adam Alis dan Conteh menjadi penggerak utama lapangan tengah. Sementara duo sayap lincah Riski Pora dan Dedi hartono sepertinya akan kembali absen karena cedera sementara bek Al Hadji masih dipantau cederanya serius atau tidak.

Sementara Carmargo bisa memainkan duet Bambang dan Guerra dengan bantuan sayap lincah Umainalo dan Susanto, sementara Soon Hak bersama Hehanusa akan menjadi duet lapangan tengah. Ismed yang cedera pekan lalu tetap dibawa meski belum tentu fit.


Prediksi susunan pemain Barito Putera vs Persija:

Barito Putera: Adhitya Harlan; Fathul Rachman, M. Aswar Syamsuddin, Mohammadou Al Hadji Adamou, Muhamad Roby; Amirul Mukminin, Adam Alis, Ibrahim Conteh, Lucky Wahyu, Paulo Oktavianus Sitanggang; Luis Junior


Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa; Andik Rendika Rama, Rezaldi Hehanusa, Maman Abdul Rahman, Novri Setiawan, Vava Mario Yagalo, Willian Pachecho; Ambrizal Umanailo, Amarzukih; Hong Soon Hak, Jose Adolfo Guerra


VIA SEPAKBOLA.COM

PREDIKSI TSC 2016 Sriwijaya FC vs Mitra Kukar: Demi Posisi Puncak Klasemen

 Palembang - Laga yang mempertemukan Sriwijaya FC kontra Mitra Kukar akan menjadi salah satu Big Match di pekan kelima Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 yang tersaji di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/5).

Kedua tim saat ini menempati papan atas klasemen dengan poin sama yakni 8, hanya saja Sriwijaya berada di posisi pertama karena unggul selisih gol dibanding Mitra Kukar. Siapa pun yang jadi pemenang laga ini akan menjadi pemimpin klasemen hingga pekan depan.

SFC bertekad meneruskan tren positif dengan membidik poin penuh. Namun perjuangan Laskar Wong Kito dipastikan tidak mudah karena sang lawan menjadi salah satu lawan yang tidak mudah dikalahkan.

Bahkan dalam dua pertemuan terakhir, mereka tidak berhasil meraih kemenangan dan selalu bermain imbang. Tetapi nada optimis disampaikan pelatih SFC, Widodo C Putro yang mengaku sudah mengantongi kelemahan Mitra Kukar.

"Rekor pertemuan memang kita tidak berpihak kepada kami, tapi ini kita bermain kandang tentunya berbeda. Saya sudah antisipasi gaya bermain Mitra yang cukup agresif. Yang Jelas tiga poin wajib hukumnya,"ujar Widodo.

Sementara SkuadtMitra Kukar memboyong 18 pemain ke Palembang. Dalam lawatan ke Palembang, Mitra Kukar tak membawa beberapa pemain pilar seperti Michael Orah dan Asri Akbar. Selain itu, kondisi Bayauw juga belum terlalu bugar karena baru sembuh dari cedera.

Meski beberapa pemain pilar tersebut absen di laga seru kontra Sriwijaya FC, Mitra Kukar telah menyiapkan Zikri Akbar atau Syahrizal sebagai pengganti Michael Orah di lini pertahanan. Kemudian ada Dian Irawan sebagai pengganti Asri Akbar.

"Saya berpikir realistis saja, kami tidak kehilangan angka saja sudah bagus. Saya rasa, dari komposisi pemain antara kami dan SFC tak banyak yang berubah sejak pertemuan di Piala Bhayangkara lalu," ujar Subangkit
 

Prediksi susunan pemain Sriwijaya vs Mitra Kukar:

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Fachrudin Aryanto, Mauricio Leal, Supardi, Zalnando; Eka Ramdani, Ichsan Kurniawan, Yu Hyun Koo; Hilton Moreira, TA Mushafry, Alberto Goncalves.

Mitra Kukar: Shahar Ginanjar; Zikri Akbar, Saepuloh Maulana, Arthur Da Rocha, Abdul Gamal; Bayu Pradana, Rodrigo Dos Santos, Septian David Maulana; Hendra Bayauw, Marlon Da Silva, Alan Leandro.

Kamis, 26 Mei 2016

Menpora Harap Promotor TSC Beri Sanksi Berat Terkait Kerusuhan di Gresik

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengutuk keras kerusuhan antarsuporter di sela pertandingan antara Persegres Gresik melawan PS TNI, Minggu (22/5). Ia menghimbau kepada promotor PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku penyelenggara Liga Torabika Soccer Championship 2016 memberikan sanksi tegas kepada pelaku tersebut.

Hal itu dilakukannya agar nantinya kejadian seperti itu tidak terulang lagi, apalagi pemerintah ingin ada reformasi tata kelola sepak bola setelah pembekuan PSSI dicabut.

Pihaknya juga meminta kepada penyelenggara liga melibatkan aparat hukum dalam menindak pelaku kerusuhan di sekitar lapangan supaya korban tidak terus bertambah.

"Berilah sanksi tegas tanpa pandang bulu. Hal seperti harus ini didorong bersama agar operator tegas misalnya penurunan poin, pemberian denda, atau bahkan mengeluarkan klub dari kompetisi," ujar dia dilansir kemenpora.go.id

Setiap kerusuhan, kata dia, harus langsung dilaporkan dan ditindak hukum pidana dengan tegas tanpa menunggu laporan dari panitia pelaksana karena panpel mungkin takut akan ancaman.

Ketika ditemui secara terpisah, Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya, juga mengharapkan penyelenggara bekerja sama dengan aparat hukum menindak tegas provokator dan oknum pelaku kerusuhan.

"Sanksi lain kalau ada masalah misalnya denda atau yang sesuai aturan dijalankan dan ditegakkan," katanya.

Sergio Disiapkan Kontra Madura United

Bandung - Bomber Persib Bandung, Sergio Van Dijk tampil apik saat menjalani laga uji coba Footballplus, di Lapangan Footballplus, Rabu (25/5). Pemain kelahiran Belanda ini menyumbangkan satu gol saat timnya mengemas kemenangan 4-2.

Mantan pemain Adelaide United dari Australia ini menuturkan rasa nyamannya bermain untuk tim pada laga itu. Selain mencetak skor, ia juga memberikan beberapa umpan manis yang membuahkan peluang.

"Ini pertandingan pertama, saya hanya berusaha beradaptasi dengan tim yang semuanya pemain baru. Penting buat saya bermain bagus, untuk sekarang dan masa depan saya," katanya.

Ia siap dimainkan saat Maung Bandung bertemu Madura United. "Saya sudah siap‎ main lawan Madura. Tapi soal apakah saya main atau tidak semua itu keputusan pelatih,"

Kemungkinan dimainkan bomber timnas Indonesia ini cukup besar oleh Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia itu memang memberikan sinyal bahwa Sergio bakal jadi bagian dari kekuatan Persib di laga akhir pekan nanti. Meski tak main 90 menit, tapi bakal ada menit pertandingan bagi Sergio dalam melakukan debutnya.

"Sekarang kita ada solusi dengan datangnya pemain baru. Ini menjadi kesempatan b‎agi Persib untuk memaksimalkan pemain yang tersedia. Kita menjadi memiliki banyak pilihan," timpal Dejan.

Rabu, 25 Mei 2016

Permintaan Maaf Presiden Direktur PS TNI soal Kerusuhan Gresik

 
Ilyazsport-Presiden Direktur PS TNI, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi antara suporter timnya dan Persegres Gresik United, pada Minggu (22/5/2016).
Kejadian tersebut berlangsung saat kedua tim sedang menjalani pertandingan Kejuaraan Sepak Bola Torabika (TSC) 2016 di Stadion Tri Dharma, Gresik.
"Saya menyesal sekali. Kebetulan saya tak di tempat. Saya minta maaf atas kejadian tersebut," ujar Edy saat menggelar konferensi pers di Jakarta, pada Selasa (24/5/2016).
"Saya berjanji hal itu tak terjadi lagi. Apapun persoalannya, banyak hal yang membuat insiden itu terjadi," ucapnya lagi.
Kericuhan bermula saat seorang oknum suporter Persegres berniat mencopot spanduk pendukung PS TNI yang dipasang di sektor lima stadion.
Akibat dari insiden tersebut, sedikitnya terdapat 51 suporter dilarikan ke rumah sakit. 29 orang dirawat di RS Petrokimia, dan 22 lainnya dirawat di RS Ibnu Sina, Gresik.
Meskipun demikian, laga antara Persegres dan PS TNI tetap dilanjutkam hingga selesai. Pertandingan itu berakhir dengan kedudukan imbang tanpa gol.

Ini Ancaman Kelompok 85 Jika KLB Tak Digelar PSSI

Jakarta - Kelompok 85 bersikeras kepada PSSI untuk segera melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Bahkan Kelompok 85 sudah dua kali kali mengirimkan surat kepada PSSI terkait permintaan KLB.

Ketua Kelompok 85 (K-85), Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi menegaskan pihaknya akan melapor ke FIFA jika PSSI tidak merespon permintaan dari para anggotanya.

"Kami memberi waktu kepada PSSI hingga 18 Juni mendatang. Jika tidak ada respon kami akan langsung menyurati FIFA," jelas Edy Rahmayadi di Jakarta, Selasa (24/5).

K-85 punya alasan kuat untuk menuntut KLB kepada PSSI, itu melihat dari jumlah anggota PSSI yang tergabung dalam K-85, yakni 91 dari 107 anggota. Atau, sudah memenuhi syarat 2/3 voters untuk meminta KLB.

"FIFA wajib melihat ini dan menindak lanjuti. Lebih lanjut lagi, FIFA akan segera menurunkan Tim Normalisasi untuk melanjuti hal ini," tambahnya.

Sebelumnya sejumlah alasan diutarakan K-85 sehingga ngotot untuk menggelar KLB PSSI. Salah satu poin penting yang menjadi acuan yakni, K-85 menginginkan adanya perubahan dalam tata kelola sepak bola Indonesia. Selanjutnya yaitu status Ketua Umum PSSI, La Nyalla M. Mattalitti yang hingga saat ini belum jelas.

"Yang pertama adalah status Ketua Umum PSSI saat ini. Yang kedua tidak berjalannya roda organisasi secara baik. Yang terakhir karena KLB adalah keinginan dari para voters,"tambahnya.

via sepakbola.com

Belum KLB, Kelompok 85 Sudah Punya Calon Pelatih, Ini Sosoknya

Jakarta - Kelompok 85 sudah memiliki program kerja meskipun saat ini desakan mereka soal Kongres Luar Biasa belum terwujud. Salah satunya yakni menunjuk pelatih timnas Indonesia.

Hal ini seperti dituturkan Letjen TNI Edy Rahmayadi yang merupakan Ketua Kelompok 85, Selasa 24 Mei 2016. Letjen Edy Rahmayadi yang juga diinginkan Kelompok 85 untuk menjadi Ketua Umum PSSI itu, mengatakan nantinya pelatih yang akan membesut timnas Indonesia adalah Alfred Riedl yang pernah membesut Indonesia di AFF 2010 dan 2014.

"Nanti pelatih timnas senior adalah pelatih asing yang pernah menangani di Piala AFF, Alfred Riedl. Pembentukan timnas ini sudah mendesak karena ada agenda penting yang harus diikuti, yaitu Piala AFF 2016 akhir tahun ini," kata Letjen Edy Rahmayadi.

Dipilih pelatih asal Austria ini bukan tanpa alasan. Menurut pria yang juga Presiden Direktur PS TNI ini, persepakbolaan di Tanah Air dalam kondisi darurat. Jadinya memilih pelatih yang sudah mengenal kultur sepakbola Indonesia.

"Khususnya darurat atlet sepak bola. Timnas juga harus dibentuk secara kuat. Kami tidak mau lagi Indonesia kalah dari Timor Leste atau Singapura yang jumlah penduduknya kalah dari warga di Tanah Abang," kata Letjen Edy Rahmayadi.

Piala AFF 2016 akan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. Kemungkinan besar timnas Indonesia harus bertanding sejak kualifikasi pada Oktober, karena dalam dua edisi terakhir Piala AFF selalu tersisih di penyisihan grup.

via sepakbola.com

Selasa, 24 Mei 2016

Hasil Lengkap Dan Klasemen Pekan Keempat TSC 2016

Berikut Hasil Lengkap TSC 2016:

Klasemen Lengkap :

Top Skor


Milo: Kekalahan Menyadarkan Kami

Milomir Seslija di sesi latihan Arema (Foto: Dani KW)Pelatih Arema Cronus Milomir Seslija mengaku banyak mendapatkan manfaat dari hasil yang didapatkan oleh Arema selama dua awal laga kandang melawan Madura United dan Mitra Kukar.
Pelatih asal Bosnia itu mengakui jika dirinya kecewa tetapi itu hanya di awal saja, dan kini dirinya fokus kepada tim demi membenahi segala kekurangan yang didapatkan dari hasil itu. Kekalahan dianggap menyadarkan Arema dan memberikan gambaran umum terhadap kondisi timnya saat ini.
"Kekalahan terkadang baik jika kita mampu belajar, kekalahan melawan Mitra Kukar mampu menyadarkan kami jika kami harus bisa bekerja keras di setiap pertandingan," tegas Milo.
"Kami harus membenahi mental cara main di kandang lawan, permainan secara tim sudah bagus namun harus lebih bagus lagi jika ingin menang,"
Meskipun demikian, dirinya kini lebih fokus untuk menghadapi pertandingan melawan Persegres Gresik United yang bakal dihelat pada Jumat (27/50 mendatang. Target kemenangan tetap dibidik untuk menjaga persaingan dengan tim papan atas lainnya.
"Dalam sepakkbola semuanya bisa terjadi, kami harus bisa konsisten dan kami kini konsentrasi untuk pertandingan melawan Gresik," tutupnya.
VIA Wearemania.net 

Selektif Tentukan Pelatih Timnas Senior, PSSI Siapkan 'Fit And Proper Test'


Foto: pssi.org
 Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) masih belum menentukan siapa yang akan membesut timnas senior. Timnas senior sendiri akan mengikuti Piala AFF yang akan digelar di Myanmar dan Filipina, 19 November hingga 17 Desember.

Event ini merupakan event timnas senior perdana pasca FIFA mencabut sanksi untuk Indonesia, 13 Mei yang lalu.

Sebelumnya PSSI akan mengumumkan pelatih timnas senior setelah rapat Komite Eksekutif PSSI di Kantor PSSI, Senin (23/5). Namun menurut Acting Ketua PSSI, Hinca Panjaitan keputusan itu belum dilakukannya karena lebih selektif untuk menentukan sosok yang akan membesut timnas.

Rencananya PSSI akan membentuk sebuah tim untuk melakukan fit and proper test. Tim yang menjadi panel akan diisi orang-orang ahli.

"Untuk pelatih timnas, kami serahkan ke Komite Teknis dan Pengembangan. Mereka akan menetapkan siapa-siapa saja ahli, yang seperti sebelumnya dan tak jauh dari pelatih timnas,"ujar Hinca kepada awak media.

"Tim tersebut terdiri dari beberapa expert panel. Hasilnya akan dilaporkan dalam waktu yang tidak lama. Dua minggu dari sekarang akan diumumkan siapa pelatih timnas itu," urai Hinca.

via Sepakbola.com
 

Ini Dia Yang Ditunjuk Sebagai Pelatih Timnas U-19..Siapa Dia??


0
Jakarta - Usai bebas sanksi FIFA, PSSI langsung mempersiapkan untuk membentuk tim nasional. Salah satu event terdekat adalah Piala AFF U-19 yang akan diselenggarakan di Vietnam pada 11-24 September 2016.

Untuk mengisi kosongnya pelatih, PSSI langsung menunjuk Fachri Husaini sebagai pelatih. Keputusan itu diambil setelah dilakukannya rapat Komite Eksekutif di kantor PSSI, Senayan, Senin (23/5).

Fachri sendiri sebelumnya sempat menangani timnas U-19. Ia sekaligus memegang timnas U-16 yang juga dipersiapkan untuk event AFF.

Namun, ia terpaksa membubarkan anak asuhnya yang telah dipersiapkan sekitar setahun menyusul jatuhnya sanksi FIFA per 30 Mei 2015 akibat intervensi pemerintah.

"Untuk timnas U-19, kami putuskan Fachri Husaini. Kewenangan soal pemain kami serahkan ke Fachri," jelas Hinca Panjaitan.

Indonesia akan berada di grup B bersama Thailand, Laos, Myanmar, Australia dan Kamboja. PSSI sendiri menyerahkan seutuhnya pemilihan pemain kepada sang pelatih.

“Kami serahkan wewenang sepenuhnya kepada Fakhri. Dia akan segera kami panggil untuk bicara dengan Komite Teknik dan Komite Pengembangan," pungkas Hinca.

via Sepakbola.com
 

Minggu, 22 Mei 2016

(Smiling Fish International Challenge 2016) Lawan Cedera, Krishna ke Final

(Trang, 22/5/2016)
Pebulutangkis tunggal putra Pelatnas, Krishna Adi Nugraha sukses mencapai babak final Smiling Fish International Challenge 2016. Lawan Krishna di babak semifinal, Fikri Ihsandi Hadmadi terpaksa mengundurkan diri saat kedudukan 12-21, 11-14 karena mengalami cedera betis saat bertanding.
“Lawan mengalami cedera betis. Saya berharap semoga Fikri bisa cepat pulih,” ujar Krishna saat dihubungi badmintonindonesia.org.
Di babak final yang akan digelar di Tung Jang Stadium, Kota Trang, Thailand, hari Minggu (22/5) jam 11.00 WIB, Krishna akan menghadapi wakil tuan rumah, Suppanyu Avihingsanon.
“Sepanjang mengikuti pertandingan di sini saya berusaha untuk bermain maksimal, mengeluarkan semua kemampuan saya. Semoga di babak final nanti saya bisa bermain maksimal seperti babak-babak sebelumnya dan mendapat hasil maksimal. Melawan Suppanyu, hal yang perlu saya waspadai adalah smash kerasnya dan netting,” tutur Krishna.
Indonesia sudah memastikan 2 gelar dari Smiling Fish International Challenge dari sektor tunggal putri dan ganda putri. Gelar tunggal putri akan diperebutkan oleh Dinar Dyah Ayustine, unggulan dua, dan Ruselli Hartawan, unggulan tiga. Sedangkan di ganda putri, pasangan Rahmadani Hastiyanti Putri/Rika Rositawati akan berhadapan dengan Suci Rizki Andini/Yulfira Barkah.
“Berusaha bermain maksimal saja untuk babak final, semoga bisa meraih hasil yang maksimal juga,” ujar Dinar singkat.

Tantang BSU, Widodo Cuma Bawa 19 Pemain. Jupe Ditinggal

Tantang BSU, Widodo Cuma Bawa 19 Pemain. Jupe DitinggalBerbeda dengan 2 laga away sebelumnya, skuad Sriwijaya FC hanya membawa 19 pemain saat menantang tuan rumah Bhayangkara Surabaya United, Minggu (22/5/2016) di Stadion Gelora Deltras Sidoarjo. Pemain yang baru bergabung, Mauricio Leal juga termasuk dalam rombongan yang bertolak menuju Surabaya dengan penerbangan langsung dari Palembang, Jumat (20/5/2016) malam.
“Karena SFC hanya sekali memainkan laga tandang, maka kita cukup membawa 19 pemain. Pemain yang ditinggal di Palembang tetap harus berlatih seperti biasa,” jelas sekretaris timSFC, Achmad Haris saat dihubungi Jumat (20/5/2016) sore.
Pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro mengaku bahwa 19 pemain yang diboyong ke Surabaya sudah melalui pertimbangan dan penilaian selama latihan terakhir.
“Pertimbangan utama jelas performa saat latihan, kemudian juga kepentingan strategi nanti yang akan dimainkan. Selain itu kita juga tidak akan memaksakan pemain yang belum 100 persen,” ungkap eks asisten pelatih timnas senior Indonesia ini.
Sementara itu, Achmad Jufrianto yang di 3 laga pertama kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 memang sengaja tidak dibawa ke Surabaya karena terkena larangan bermain akibat sudah memperoleh 3 kartu kuning.
“Kehilangan Jupe tentu sudah sebuah kerugian kaena dia salah satu pemain yang sangat diandalkan, namun tidak perlu kawatir karena pemain yang lain pun siap mengisi perannya. Di posisi stopper ada Achmad Hisyam Tolle yang sudah sembuh dari cedera, atau Mauricio Leal yag mulai mampu beradaptasi dengan baik dalam tim,” bebernya.
Sedangkan di posisi gelandang, Widodo mengaku pemain lainnya seperti Ichsan Kurniawan atau Eka Ramdani juga dapat mengisinya dengan baik.
“Semua sudah kita antisipasi dan tidak boleh ada ketergantungan dengan salah satu pemain. Dan perlu saya tegaskan bahwa diSFC tidak ada anak emas atau tidak tergatikan, salah besar jika media menilai bahwa jika ada perubahan di line up merupakan coba-coba apalagi perjudian, saya yang setiap hari bersama tim jadi tahu apa yang terbaik nantinya,” tegasnya.
Menghadapi Bhayangkara Surabaya United, Widodo mengaku semua persiapan sudah berjalan dengan baik, termasuk juga strategi serta kebugaran para pemain yang dinilainya dalam kondisi prima.
“Kami hanya sekali menggelar latihan di Sidoarjo, yakni saat sesi uji coba lapangan Sabtu (21/5/2016), selebihnya kita fokus menjaga fisik dan pemantapan strategi,” katanya. (nto/TS)
Daftar pemain yang dibawa ke Surabaya :
Penjaga gawang : Teja Paku Alam, Yogi Triana
Belakang : Supardi Nasir, Wildansyah, Fahrudin, Ngurah Nanak, Mauricio Leal, Zalnando
Tengah : Achmad Hisyam Tolle, Ichsan Kurniawan, Yu Hyun Koo, Firman Utina, Eka Ramdani, Anis Nabar, M Ridwan
Depan : TA Musafri, Rizky Dwi Ramadhana, Hilton Moreira, Beto Goncalves

SFC Jangan Sampai Kalah Lawan BSU, Ini Pesan Nasrun Pada Suporter

SFC Jangan Sampai Kalah Lawan BSU, Ini Pesan Nasrun Pada Suporter
Manajer Sriwijaya FC (SFC) memberikan target kepada anak asuh Widodo C Putro agar tidak menelan kekalahan di setiap laga tandang.
Pasalnya, pasca menang besar kontra Madura United di kandang dengan skor 5-0, Nasrun tidak ingin ritme permainan tim menurun hingga harus kehilangan poin karena kalah.
Tim sendiri akan melakoni laga kontra tim Bhayangkara Surabaya United (BSU) di Stadion Delta Sidoarjo Minggu, (22/5/2016)
"Target saya berikan kepada tim untuk setiap laga tandang minimal jangan kalah. Apa lagi nanti tim akan berlaga melawan Surabaya," kata Nasrun
Target itu diharapkan Nasrun bisa dijaga oleh para pemain.
Karena mendulang poin besar bisa dilakukan di kandang karena dukungan para suporter bisa membangkitkan semangat bertarung tim.
"Setelah itu di kandang kita bisa ambil kemenangan tiga poin. Satu poin di tandang atau seri bukan hasil yang buruk. Kalau bisa tentunya harus menang," tegasnya.
Nasrun juga berpesan kepada suporter agar tidak sombong karena tim kesayangan mereka bisa menang besar.
Hal itu juga seiring dengan apabila SFC mengalami kekalahan agar suporter tidak kecewa dan mengendorkan dukungannya.
"Suporter tetap dukung dan berikan semangat kepada tim. Tidak hanya laga kandang, (tapi) pertandingan di luar juga. Ingat jangan sombong dan cepat senang. Karena saat tim kalah suporter harus tetap semangat memberikan dukungan," jelasnya.

Dua Rekor Arema Tumbang, Milo Tetap Optimis

2 rekor Arema tumbang di Tenggarong (C) GTSDua rekor Arema di ISC A 2016 tumbang usai kalah 2-1 dari Mitra Kukar (20/5). Pelatih Milomir Seslija mencoba tetap optimis.
Arema datang ke Stadion Aji Imbut Tenggarong mempertaruhkan dua rekor musim ini. GawangArema belum pernah kebobolan dan belum terkalahkan.
Menurut pelatih asal Bosnia itu, Arema masih berada di trek yang benar. Saat ini skuat Singo Edan masih berada di papan atas (runner-up) dalam persaingan merebut juara ISC A 2016.
"Masih banyak evaluasi yang harus dilakukan. Sekarang waktunya bangkit dan berjuang kembali untuk pertandingan selanjutnya," ungkap Milo, sapaan akrabnya.


Selanjutnya, Arema akan menjamu Gresik United, Jumat (27/5). Duel sesama tim Jawa Timur ini akan tersaji di Stadion Kanjuruhan Malang.
via Wearemania.net 

Arema Sempat Serius Inginkan Lerby Eliandry

Lerby pemain idaman GetukSebelum akhirnya mendatangkan Febri Hamzah sebagai pemain tambahan,Arema sempat mendekati penyerang Pusamania Borneo FC lainnya, Lerby Eliandry. Bahkan upaya tersebut terus diseriusi jelang deadline pendaftaran pemain (15/5).
Lerby sejatinya sudah direkomendasikan Joko Susilo, asisten pelatih Arema sejak sebelum ISC A 2016 digulirkan. Hanya saja, Lerby sudah terlanjur janji kepada bos PBFC untuk gabung ke klub tersebut.
"Sebenarnya Lerby cocok jadi target man dan gol getter, apalagi usianya juga masih muda, pasti punya tenaga, terlebih di saat kami kehilangan (Cristian) Gonzales seperti saat ini," ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Demi melancarkan niatnya itu, Ruddy sudah menjalin komunikasi dengan bos PBFC, Nabil Husein. Hanya saja, ketika nama Lerby diajukan, langsung ditolak Nabil, dan disodorkanlah nama Febri Hamzah.
Febri sendiri akhirnya diikat manajemen Arema dengan durasi kontrak setahun musim 2016. Dalam debutnya, penyerang 32 tahun itu menyumbang assist atas gol Hamka Hamzah ke gawang Mitra Kukar (20/5), meski akhirnya Arema kalah 2-1.

via Wearemania.net 

Persija Tak Targetkan Menang Di Kandang Perseru, Kok?


Persija - sepakbola.com
Jakarta - Persija Jakarta akan bertandang jauh ke tanah Papua guna menghadapi tantangan tuan rumah Perseru Serui di Stadion Marora, Kabupaten Yapen, Minggu (22/5) esok. Raihan poin penuh menjadi target Macan Kemayoran pada laga tersebut.

Raihan tiga poin pada laga melawan Perseru akan memastikan Ismed Sofyan dan kawan-kawan menjadi pemuncak sementara klasemen TSC 2016 ini.

"Harapan saya tentu poin maksimal dapat tiga. Kan kemarin Arema saingan terdekat kita kalah dan kita harus memaksimalkan itu," kata Budiman Dalimunthe sekretaris klub asal Ibu kota itu.

Meskipun raihan tiga poin akan sangat berguna bagi Persija, Budiman menambahkan pihaknya tak membebankan hal tersebut kepada para pemain. Melihat keangkeran kandang Perseru dan kualitas pemain Perseru yang cukup memadai, satu poin rasanya sudah cukup bagi Persija di laga esok.

"Mereka (Perseru) sebenarnya berbahaya, ya minimal satu poin untuk menjaga Persija di papan atas. Saya harap pemain mampu menunjukan permainan terbaiknya," pungkas Budiman.

via Sepakbola.com, 

Kamis, 19 Mei 2016

Hadapi BSU, SFC Tak Mau Lengah

Hadapi BSU, SFC Tak Mau LengahMeski berhasil memenangkan laga terakhirnya dengan skor telak, namun pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro mengaku tetap waspada dan langsung meminta anak asuhnya untuk fokus menghadapi Bhayangkara Surabaya United, Minggu (22/5/2016) mendatang. Pasalnya, calon lawan yang akan dihadapi oleh Beto Goncalves dkk diakui Widodo merupakan tim kuat dan patut diwaspadai.
Menurutnya, meski tren BSU di awal kompetisi Indonesian Soccer Championship ini sedikit menurun, namun bukan berarti SFCakan dapat dengan mudah memenangkan pertandingan.
“Sepakbola bukanlah hitung-hitungan matematika, jadi meski saat ini posisi SFC di klasemen sementara diatas mereka, bukan berarti kita akan mudah menang disana. BSU punya materi pemain yang bagus dan saat melawan Arema (15/5/2016) kemarin, meski kalah tapi sebenarnya permainannya cukup baik serta mampu membuat banyak peluang,” jelas Widodo saat ditemui di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Rabu (18/5/2016) sore.
Selain itu, eks pelatih timnas ini mengaku akan lebih fokus ke persiapan timnya jelang laga ini dan memperbaiki beberapa kesalahan di laga terakhir melawan Madura United (15/5) lalu.
“Kemenangan tentu kami syukuri, namun sekarang sudah kami lupakan dan kembali fokus ke laga berikutnya. Sama seperti sebelumnya, kami akan evaluasi bersama permainan kemarin karena tentu masih ada beberapa kekurangan. Selain itu, bersama pemain lain saya pun akan mengamati bersama gaya bermain tim lawan dan menyiapkan strategi yang pas untuk mengantisipasinya,” ujar pelatih asal Cilacap ini.
Pihaknya pun mengaku sudah mengantongi rekaman pertandingan BSU terakhir dan mencoba melihat keunggulan dan kelemahan skuad asuhan Ibnu Graham tersebut. Diakuinya, metode evaluasi yang dilakukan dengan langsung melihat rekaman pertandingan sangat efektif untuk memperbaiki kesalahan pemain saat pertandingan.
“Pemain pun akan tahu apa kesalahannya dan lebih mengerti saat melihat rekaman pertandingan, karena tidak hanya saat perebutan bola, penempatan posisi pun sangat memegang peranan penting, baik saat menyerang maupun bertahan,” tegasnya.
Menghadapi BSU, Widodo juga menyatakan akan kembali menyiapkan strategi khusus dan tetap akan memforsir kemenangan.
“Di luar Achmad Jufrianto yang harus absen karena hukuman akumulasi kartu, saya bersyukur karena tidak ada pemain yang terkena cedera sehingga kami bisa menampilkan kekuatan terbaik nantinya,” tambahnya. 

Berharap Tak Ada Nyanyian "Dibunuh Saja" di Tenggarong

Aremania diharapkan tak menyanyikan lagu Ilyazsport -Aremania diperkenankan hadir mendukung timnya saat Arema dijamu Mitra Kukar dalam lanjutan ISC A 2016, Jumat (20/5) sore. Hanya saja, mereka diharapkan bersikap santun di Stadion Aji Imbut Tenggarong, termasuk tidak menyanyikan lagu bernada "dibunuh saja".
Aturan tersebut memang tak tercantum dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh KetuaAremania Korwil Tenggarong, Fitra Adriansyah dan Sekjen Mitra Mania, Nurhidayat (17/5).Aremania hanya dilarang membawa alat musik (bass drumm, dll) dan spanduk atau bendera saat pertandingan.
"Bagaimana pun kita adalah tamu di pertandingan tersebut. Sebagai tamu tentu kita harus menghormati suporter tuan rumah yang telah mengizinkan Aremania hadir," ungkap Fitra.
Daripada menyanyikan lagu dengan kata-kata kotor tersebut, Fitra lebih setuju jika seluruhAremania yang hadir di Stadion Aji Imbut nantinya bernyanyi lagu yang membakar semangat skuat Singo Edan. Bukankah masih banyak lagu penyemangat yang bisa dinyanyikan Aremania.
"Untuk itu, saya mengajak seluruh Aremania dari mana pun yang datang ke Aji Imbut untuk tidak menyanyyikan lagi dengan kata-kata kotor, lebih baik kita nyanyikan lagu penyemangat kepada tim," tegasnya.
Via http://www.wearemania.net/

Ini Perbedaan Metode Latihan Di Spanyol Dengan Indonesia Versi Evan Dimas


Foto: kemenpora.go.id
Jakarta - Pemain potensial Indonesia, Evan Dimas bercerita mengenai pengalamannya selama mengikuti training center di klub Espanyol kepada awak media di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/5).

Sebelumnya Evan Dimas menjadi pemain pertama yang dipilih untuk mengikuti program La Liga Global. La Liga Global adalah rangkaian proyek yang mencakup program dukungan terhadap pemain sepak bola dari negara-negara selain Spanyol.

Program ini bertujuan memberi kesempatan kepada pemain terkemuka dari negara lain untuk mengembangkan kemampuan mereka di Spanyol. Sejak awal Februari lalu Evan telah berada di Spanyol. Dia mengikuti program pengembangan bersama tim Espanyol B. Evan ikut berlatih dan bertanding bersama tim tersebut.

Menurutnya pemain Bhayangkara Surabaya United ini banyak perbedaan yang besar yang ia dapatkan dari pelatihan di Spanyol bila dibandingkan dengan di Indonesia. Salah satunya penanganannya saat cedera tangan yang sempat ia dapatkan di Spanyol lalu.

"Di Indonesia kalau cedera dipijit, di sana cedera langsung ditangani dokter, diterapi, diberi kalsium. Setiap minggu main. Tidak ada latihan fisik yang terlalu berat," katanya.

Selain itu Evan menilai disana dirinya mendapatkan pelajaran terutama dalam membentuk fisik yang kuat serta menjaga pola makan. Menurut Evan pelatihnya di klub asal Catalan tersebut menyarankan untuk jarang mengkonsumsi nasi ketika kompetisi berlangsung.

"Banyak sekali pengalaman. Dari yang saya tidak pernah fitnes sampai rajin fitnes. Di sana perut saya dianggap tidak bagus. Pelatih menyarankan agar tidak terlalu banyak makan nasi. Meskipun latihan keras, kalau makan nasi maka perut tidak bisa bagus," tutur Evan.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berharap pengalaman Evan di Spanyol bisa dibagikan kepada pemain Indonesia lain.

"Kami sangat senang Evan sudah pulang ke Indonesia. Dia akan menerapkan ilmu yang didapatnya selama ini dari Espanyol. Saya hari ini sangat gembira. Nanti Evan akan memberikan pengetahuan kepada teman-temannya. Jadi semakin sering kita mengirim pemain dan pelatih ke luar negeri untuk belajar, semakin bagus," kata Menpora.

VIA Sepakbola.com 
 

Evan Dimas Siap Berkontribusi Untuk Timnas Indonesia


Foto: sepakbola.com/ Ardi P
Jakarta - Tanggal 13 Mei lalu, jadi hari yang membahagiakan buat sepak bola Indonesia. Itu karena FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi sepak bola Indonesia. Para pemain pun bergembira menyambut keputusan itu. Termasuk Evan Dimas yang baru tiba dari Spanyol.

Seperti diketahui, hampir setahun sepak bola Indonesia dikucilkan dari lingkup internasional karena sanksi FIFA. Hal itu berawal dari intervensi dan surat pembekuan yang ditandatangani Menpora Imam Nahrawi kepada PSSI.

Tentunya imbasnya ke timnas Indonesia yang tidak bisa berpartisipasi di seluruh event FIFA termasuk menggelar pertandingan uji coba.

Kini FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi itu setelah dibahas pada kongres di Meksiko, 12-13 Mei 2016. Evan sendiri sangat antusias mendengar kabar ini dengan demikian dirinya bisa berseragam timnas Indonesia lagi.

"Senang rasanya sudah tidak ada lagi pembekuan apalagi aktivitas sepakbola Indonesia sudah setahun berhenti. Kalau udah dicabut gini kan kita bisa bermain untuk timnas, bisa ada Liga Indonesia lagi," ujar Evan di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta.

Ia pun berjanji nantinya jika kembali membela timnas Indonesia, dirinya siap memberikan gelar juara seperti ketika membawa Timnas U-19 kampiun Piala AFF U-19.

"Pastilah siapa yang tidak ingin membela timnas. Saya rindu juara bersama timnas, saya juga euforia suporter Indonesia. saya berharap dicabutnya sanksi ini, Indonesia bisa berprestasi bai itu juara baik itu di level Asia Tengga, Asia maupun dunia," harapnya.

Namun kini fokusnya membawa Surabaya United yang sekarang berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United bersaing secara kompetitif di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

"Saya belum tahu kalau ada tawaran dari luar, itu masih banyak pertimbangan. Untuk saat, ini saya akan fokus terlebih dahulu di Bhayangkara karena masih ada kontrak di sana selama satu tahun," tutupnya.

via Sepakbola.com, 

Ini Misi Yang Akan Dituntaskan SVD di Persib


Sergio Van Dijk - persib.co.id
Bandung - Bomber naturalisasi, Sergio Van Dijk resmi mendapatkan durasi kontrak selama dua tahun di Persib Bandung. Pemain berusia 33 tahun itu langsung mematok target juara guna menuntaskan ambisi pribadinya yang belum mendapatkan gelar juara di setiap klub dibelanya.

Namun sang pemain sendiri paham bahwa tugas dia kini adalah mengejar Arema Cronus di puncak klasemen sementara. Menurutnya misi itu bisa dilakukan meski harus lewat perjuangan yang keras.

“Saya belum tahu tim sekarang gimana tapi saya rasa ada peluang untuk juara. Tapi itu susah untuk juara karena ada tim lain yang bagus juga seperti Arema. Harus kerja keras dan kita lihat apa yang terjadi,” ujar Sergio dilansir simamaung.

"Senang bisa main untuk klub besar seperti ini saya rasa ada peluang untuk juara. Itu penting juga karena di karier saya, saya belum pernah juara mudah-mudahan di klub yang terakhir bisa juara,”

Lebih lanjut kini dirinyan fokus untuk merebut satu tempat di posisi starter Persib. Pemain naturalisasi baru akan merebut hati pelatih Dejan Antonic setelah Maung Bandung selesai melawat ke Balikpapan melawan Persiba di pekan keempat TSC 2016.

“Yang penting sekali saya bisa masuk starting eleven, abis itu lihat style play bagaimana mudah-mudahan bisa cetak gol banyak. Kalau cetak gol banyak mudah-mudahan juara tapi itu tidak gampang,” tuturnya.

Sementara itu manajer Umuh Muchtar berharap Sergio mampu mendongkrak performa tim. Ya, Persib masih seret gol di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016, diharapkan Sergio bisa membantu permasalahan tim saat ini.

“Alhamdulillah semoga harapan kita semua sesuai dengan harapan Persib dan harapan Bobotoh dan semoga tidak ada kekecewaan,” tutur Umuh.

via Sepakbola.com

PSSI mencari Sosok Pelatih Timnas Indonesia, Lokal atau Asing?


Timnas Indonesia - antarafoto
Jakarta - Selepas terbebasnya dari belenggu suspensi FIFA, PSSI langsung bergerak cepat menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco), Rabu (18/5) malam. Salah satu agenda yang dibahas adalah mengenai sosok pelatih yang akan menangani timnas Indonesia.

Terlebih beberapa agenda baik timnas level junior maupun timnas senior akan diikuti oleh mereka. Maka dari itu pihak organisasi tertinggi sepakbola Indonesia ini akan menggodok sosok siapa yang tepat untuk menangani timnas baik di level junior mau senior.

"Untuk Timnas nanti kami serahkan ke Komite Teknik. Mereka akan kami umumkan pada rapat Exco tanggal 23 Mei nanti." kata Hinca Panjaitan, acting Ketua umum PSSI.

PSSI berencana akan kembali mengadakan rapat Exco pada 23 Mei mendatang. Pada rapat tersebut akan juga dibahas soal kandidat pelatih timnas.

"Komite Teknik nanti yang memilih pelatih dan mengatur agenda Timnas dengan menyesuaikan kalender internasional. Yang jelas untuk pelatih Timnas Senior, PSSI condong ke pelatih lokal," tambah Hinca.

Hinca juga menjelaskan bahwa rapat bersama dengan Executive Commite (Exco) adalah untuk menjelaskan hasil pertemuan dalam kongres FIFA di Meksiko.

"Hasilnya adalah mulai tanggal 13 Mei 2016, semua kegiatan sepak bola Nasional resmi kembali di bawah PSSI, karena FIFA telah mencabut hukumannya kepada Indonesia," kata Hinca.

Kemudian secara resmi PSSI telah menyampaikan kepada Exco pada pertemuan tersebut. Ia juga mengatakan akan menyurati seluruh PSSI yang ada di daerah untuk menyebarkan informasi tersebut.

Lebih lanjut, Hinca juga menjelaskan bahwa akan berkomunikasi kepada semua pihak termasuk dengan Pemerintah, Komisi X dan seluruh anggota PSSI agar koordinasi terjalin dengan baik.

Hasil pertemuan dengan FIFA di Meksiko secara detail akan disampaikan oleh pemerintah, ia mengatakan sudah memastikan hal tersebut.

via Sepakbola.com

Rabu, 18 Mei 2016

Terlalu Buru-buru Bikin Ihsan Harus Main Tiga Gim

Terlalu Buru-buru Bikin Ihsan Harus Main Tiga Gim
 Ilyazsport- Ihsan Maulana Mustofa harus bermain tiga gim sebelum akhirnya menang atas Sourabh Verma. Ihsan mengaku sempat buru-buru yang membuatnya kehilangan gim kedua.

Turun di partai kelima laga penyisihan Grup B melawan Sourabh Verma dari India, Ihsan membukukan kemenangan 21-10, 20-22, dan 21-13 di Kunshan Sport Center Stadium, Rabu (18/5/2016). Poin yang disumbangkan Ihsan membuat Indonesia menang 5-0 atas India.

Dalam pertandingan itu, Ihsan merebut gim pertama dengan mudah. Di gim kedua, Ihsan juga sempat berada di atas angin setelah meraih match point di kedudukan 20-19. Namun Ihsan justru membuat kesalahan beruntun yang membuat Verma memenangi gim kedua sekaligus memaksakan rubber game.

Beruntung bagi Ihsan, dia bisa kembali memegang kendali permainan di gim penentuan. Selepas interval gim ketiga, Ihsan melesat dan memastikan kemenangan.

"Sebelum masuk lapangan alhamdulillah sudah percaya diri, di game pertama enak mainnya. Kemenangan di game pertama membuat saya overconfident di game kedua, terlalu buru-buru mematikan bola, maunyasmash, padahal lawan pertahanannya lumayan," jelas Ihsan soal pertandingan kepadabadmintonindonesia.org.

"Saya seharusnya menguras tenaga lawan dengan bikin dia lari-lari. Dari pertama maunya nyerang terus, mau reli jadi kurang enak. Setelah dicoba terus akhirnya bisa. Saya sebisa mungkin tak mengarahkan bola ke sebelah kirinya karena dia punya backhand yang bagus," imbuh pebulutangkis berusia 20 tahun itu.

Kemenangan atas India memastikan Indonesia finis sebagai juara Grup B. Lawan di babak perempatfinal akan diketahui dalam undian pada hari Rabu (18/5/2016) malam waktu setempat.