Jumat, 18 Maret 2016

Ranking BWF: Para Juara All England Alami Peningkatan


Ranking BWF: Para Juara All England Alami Peningkatan Praveen/Debby naik satu tangga ke peringkat delapan dunia. (Foto: PBSI)


Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah merilis peringkat dunia terbaru setelah gelaran All England Super Series Premier, hari ini (18/3). Kelima juara di masing-masing sektor mengalami peningkatan peringkat.
Pasangan Indonesia yang menjadi juara di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto sukses naik sebanyak satu tangga. Praveen/Debby sukses menggusur Chris Adcock/Gabrielle Adcock di peringkat tujuh dunia.
Peningkatan yang paling pesat dialami oleh Nozomi Okuhara. Berhasil menjadi juara di sektor tunggal putri, Okuhara sukses melesat sebanyak lima peringkat dan menghuni posisi tiga dunia.
Lin Dan yang menjadi juara di tunggal putra berhasil menggusur rival abadinya, Lee Chong Wei di peringkat kedua. Sementara Chen Long yang tersingkir di babak kedua All England, masih tak tersentuh di posisi teratas.
Pasangan ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi sukses kembali ke posisi satu dunia yang sempat hilang beberapa waktu lalu. Peningkatan pesat juga diraih sang runner-up, Tang Yuanting/Yu Yang yang saat ini menghuni posisi delapan dunia.
Satu-satunya wakil Eropa yang menjadi juara di All England, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov sukses menembus 10 besar dunia. Naik sebanyak empat tingkat, pasangan asal Rusia tersebut saat ini menghuni posisi sembilan dunia.
Sementara itu, untuk wakil-wakil Indonsia lainnya tak banyak mengalami perubahan peringkat. Misalnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang tetap berada di peringkat dua dunia.

Jelang Bali United vs Arema: Psywar Kiko Insa Malah Buat Singo Edan Makin Kuat


Psywar Kiko Insa Tak Terlalu Pengaruhi Arema Malah Buat Arema Makin Kuat (baliutd.com)

Ilyazsport - Duel perdana Grup B Piala Bhayangkara antara Arema Cronus melawan tuan rumah Bali United (19/3) akan berlangsung seru lantaran akan yang ada balas dendam di laga ini. Ya Mantan bek Arema yang kini dipinjamkan ke Bali United Kiko Insa siap membalas dendam sakitnya di pertandingan.

Bahkan beberapa kali Kiko Insa sering melakukan psywar lewat akun Twitter dan Instagramnya yang kecewa dengan keputusan Milo yang mencoretnya apalagi penampilan Arema tak baik di pertandingan Piala Gubernur Kaltim.

Tapi bagi pelatih Milo Seslija justru timnya kali ini makin tangguh. Psywar Kiko sendiri yang membuat pemain Singo Edan lebih termotivasi.

”Saya sudah tahu tentang komentar Kiko yang menyebutkan hanya ada dua pemain bagus di Arema. Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra. Tapi itu membuat pemain lain jadi termoviasi ingin menunjukkan kalau Arema semakin kuat tanpa Kiko. Jadi saya terimaskasih kepada dia,” jawab Milo.

Seperti diketahui, Kiko dilepas oleh Arema setelah ajang Bali Island Cup 2016 kemarin. Ia digantikan oleh Goran Gancev diposisi pos pertahanan.

Sementara itu Arema berharap tuah Stadion I Wayan Kapten Dipta agar bisa sukses di turnamen ini. Karena di Stadion ini Singo Edan punya sejarah bagus. Dua kali mereka jadi juara di ajang Bali Island Cup 2015 dan 2016.

Selain itu, Arema juga meraih kemenangan saat melakoni perebutan juara ketiga pada Piala Presiden tahun lalu lawan Mitra Kukar. Hingga saat ini, tercatat Arema belum pernah kalah di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar. Prestasi ini yang akan dipertahankan oleh pemain. ”Kami memang punya tradisi bagus di Bali. Semoga berlanjut terus,” harap General Manager Arema Ruddy Widodo.

Rabu, 16 Maret 2016

Jadi Tersangka Korupsi, La Nyalla Ogah Mundur dari PSSI

Ilyazsport-Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti ogah mundur dari jabatannya setelah menjadi tersangka korupsi kasus dana hibah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Dia tetap kukuh menjadi ketua umum karena ada pihak yang tak suka dengan posisinya itu.
La Nyalla memang selama ini tersangkut masalah kasus dana hibah. Dia dituduh merugikan negara sebesar Rp 48 miliar atas kasus dana hibah tersebut.
Kendati sudah ditetapkan tersangka, La Nyalla kukuh tak akan mundur. Sebab, dia yakin penetapan ini karena memang ada maksud tersendiri mengenai kisruh sepak bola Indonesia.
"Saya yakin sekali penetapan tersangka ini erat kaitannya dengan penggulingan saya dari posisi Ketua Umum PSSI," kata La Nyalla, saat wawancara bersama iNews.
Dia berjanji tak akan mundur atas kejadian ini. La Nyalla baru akan mundur bila ada 2/3 anggota PSSI sesuai statuta menginginkan hal demikian.
"Demi Allah saya tidak akan mundur, karena ini adalah amanah. Kecuali voter yang meminta saya mundur, saya dengan senang hati mundur," pungkas dia.

Komentar Anda?

Praveen/Debby Disambut Bak Pahlawan Pulang Perang.!


Praveen/Debby Disambut Bak Pahlawan Pulang Perang Praveen/Debby tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa malam. (Foto: PBSI)


Ilyazsport- Sukses menjuarai All England 2016 membuat Praveen Jordan/Debby Susanto disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang saat mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Selasa malam (15/3). Pasangan ganda campuran Indonesia ini mendapat sambutan meriah dari Tim PBSI, Tim Kemenpora, Tim Satlak Prima, Chef de Mission Olimpiade 2016, awak media, dan juga para pendukung.
Kedua pemain asal klub PB Djarum ini tiba di Jakarta bersama seniornya di ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dengan menumpang maskapai Emirates, dari Birmingham, Inggris. Praveen/Debby menunaikan tugas dengan baik dan mengukir prestasi bergengsi dengan meraih titel juara ganda campuran di kejuaraan tertua di dunia tersebut usai menaklukkan unggulan kelima asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, 21-12, 21-17.
"Kami bangga sekali bisa jadi juara di All England, apalagi ini kejuaraan tertua di bulutangkis. Siapa sih atlet yang tidak mau juara di turnamen ini? Kami mengucap syukur atas gelar ini," tutur Praveen .
"Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Rasanya bangga bisa membawa nama Indonesia. Gelar juara All England yang tadinya mimpi tapi sekarang bisa jadi kenyataan," sahut Debby.
Kemenangan Praveen/Debby memang awalnya tak disangka-sangka, harapan justru besar di pundak pasangan rangking dua dunia, Tontowi/Liliyana yang sudah tiga kali berturut-turut menaklukkan arena All England pada tahun 2012, 2013, dan 2014.
Namun, gelar All England menjadi bukti keganasan Praveen/Debby, apalagi gelar ini diraih usai melumpuhkan lawan-lawan yang merupakan pasangan top seperti Nielsen/Pedersen dan Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok).
Setibanya di Jakarta, Praveen/Debby langsung disambut spanduk ucapan selamat yang disiapkan penggemar. Dalam kesempatan ini, hadir Achmad Budiharto selaku Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementrian Pemuda dan Olahraga Djoko Pekik, mantan pebulu tangkis Taufik Hidayat yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua III Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), hingga CdM Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari.
"Kami mengapresiasi prestasi pahlawan bulutangkis Indonesia di All England. Sukses untuk Praveen/Debby serta PBSI yang telah membawa mereka menjadi juara," kata Djoko.
"Ini adalah hari yang membahagiakan, kita kedatangan juara baru di All England yang merupakan pasangan pelapis. Keberhasilan Praveen/Debby memberikan angin segar untuk pecinta bulutangkis Indonesia. Di olimpiade kami akan lebih percaya diri dan optimis lagi," ucap Budiharto.
Praveen/Debby rencananya bakal langsung kembali ke Pelatnas Cipayung untuk mengikuti latihan. Mereka akan kembali bersiap menuju turnamen selanjutnya yaitu India Terbuka Super Series 2016.