Kamis, 28 Juli 2016

Hendro Siswanto Masih Trauma Dengan Cedera

Gelandang Arema Cronus Hendro Siswanto akhirnya kembali bermain di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Itu saat dirinya memperkuat tim Singo Edan melawan Barito Putera di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (26/7) lalu.
 Hendro masih merasa trauma dengan cederanya.

Sebelumnya, Hendro harus absen dalam dua pertandingan melawan Persela Lamongan dan Perseru Serui, lantaran cedera lutut kiri yang dideritanya. Ketika sudah pulih dan bermain kembali pada laga melawan Barito, Hendro ternyata masih merasakan trauma dengan cederanya itu.

"Ini pertandingan sulit bagi saya pribadi. Selain lawan bertahan, ini pertama kalinya saya main kembali setelah cedera lutut. Rasa trauma masih ada," ucap Hendro, seperti dikutip laman resmi Arema.
Lantaran traumanya itu, pemain berusia 26 tahun tersebut mengakui jadi bermain lebih hati-hati pada laga melawan Barito. Pada laga selanjutnya melawan PS TNI, eks penggawa Persela itu pun menegaskan bakal bermain lebih baik lagi.
Laga PS TNI kontra Arema bakal digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (31/7) nanti. Pada laga ini, Arema harus menang jika ingin mempertahankan posisi puncak di klasemen sementara ISC A.

VIA GOAL.COM

Zulham Zamrun Siap Bentrok Dengan Saudara Kembar

Zulham bakal bentrok dengan Zulvin, Jumat (29/7).


Persib Bandung bakal menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (29/7). Yang menarik adalah, ini untuk kesekian kalinya winger Persib Zulham Zamrun bakal bentrok dengan saudara kembarnya Zulvin Zamrun yang kini memperkuat Persela.

Posisi bermain keduanya pun memungkinkan bakal terjadi pertarungan sengit di antara Zulham dan Zulvin. "Zulvin posisinya wing bek kiri, saya sayap kanan. Kalau main, kami akan bertemu," ucap Zulham, seperti dikutip laman resmi Persib.

Lebih lanjut, mantan penggawa Persipura Jayapura itu menegaskan dirinya tetap akan bersikap profesional di atas lapangan. Artinya, ikatan persaudaraan untuk sementara bakal dikesampingkannya di laga nanti.
"Kami akan berpelukan sesudah pertandingan. Saya tahu bagaimana dia bermain, dan sebaliknya. Kami akan memberikan permainan terbaik buat tim masing-masing," tegasnya.
Sementara ini, Persib berada di posisi kedelapan klasemen ISC A dengan 17 poin. Sedangkan Persela masih terpuruk pada peringkat juru kunci dengan nilai sepuluh.

via GOAL.COM

Selasa, 26 Juli 2016

Djanur menyebutkan Semen Padang bermain menyeramkan ketika tampil di kandang

Djadjang Nurdjaman menyatakan performa Juan Belencoso tak sesuai harapanPelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengakui performa striker Juan Belencoso tidak sesuai dengan harapan saat mereka digasak Semen Padang 4-0 di Stadion H Agus Salim, Senin (25/7) malam WIB.
Djadjang menurunkan Belencoso sebagai starter sebagai bagian dari rotasi untuk mengatasi kelelahan pemain. Ketika mengalahkan Persipura Jayapura, Belencoso hanya memanaskan bangku cadangan, karena Djadjang lebih memilih Sergio van Dijk.
“Itu semua merupakan strategi, namun ternyata Belencoso tidak sesuai harapan,” ungkap Djanur, sapaan Djadjang, dikutip laman Bobotoh.
Djanur juga mengakui keunggulan Semen Padang yang tampil bagus di hadapan publiknya. Sebelumnya, Djanur menyatakan gol cepat Marcel Sacramento memberikan pengaruh terhadap performa Persib.


“Kita akui permainan Semen Padang luar biasa sejak awal hingga akhir, dan mereka memang sangat menyeramkan jika bermain di kandang. Kami tak punya ksempatan untuk melakukan serangan balik, dan pemain memang sudah terkuras secara fisik dan mental,” ucap Djanur.
Sementara itu, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan mengakui gol cepat telah mengubah permainan Persib. Ia meyakini Persib bisa mendapatkan hasil bagus bila Sacramento tak mencetak gol cepat.
“Harus diakui Semen Padang bermain lebih bagus. Jika tidak ada gol cepat, kami bisa unggul. Namun semuanya cepat berubah setelah gol pertama,” kata pemain blasteran ini.
“Kita bermain lebih baik di babak kedua, bisa mengimbangi Semen Padang, dan menguasai ball position. Namun semua itu percuma, karena kita tak bisa mencetak gol.” (gk-33)

Persija Jakarta Tim Terburuk Dalam Urusan Mencetak Gol

Persija Jakarta saat ini sedang dalam tren negatif pada kiprah mereka di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Mengingat, mereka belum pernah menuai kemenangan dalam enam laga terakhir.
Hasil itu membuat tim Macan Kemayoran saat ini harus rela terdampar di posisi ke-13 klasemen sementara. Skuat asuhan Paulo Camargo itu baru mengoleksi 12 poin dari 12 laga yang telah dijalani.
 Bepe masih belum bisa mencetak gol di ISC A.
Salah satu faktor yang membuat merosotnya prestasi tim ibu kota itu adalah lini depan mereka yang kurang tajam. Dari enam laga terakhir, mereka gagal melesakkan satu gol pun.

Imbasnya, hingga pekan ke-12 ISC A, Persija menjadi tim terburuk dalam urusan mencetak gol. Pasalnya, dari 12 laga mereka hanya mampu melesakkan lima gol. Sementara, gawang Persija sudah kebobolan 14 gol.
Camargo memang sempat mengeluhkan kelemahan di lini depan timnya. Apalagi, dari deretan penyerang murni yang ada, hanya Jose Adolfo Guerra Argote yang berhasil mencetak gol di ISC A. Itu pun hanya satu gol.
Sisanya, mulai dari Bambang Pamungkas, Rachmat Afandi, hingga Aldi Al Achya, masih majal. Ini akan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Camargo dalam mengarungi sisa putaran pertama ISC A. Terlebih, Jose Guerra sudah didepak dari tim lantaran cederanya yang tak kunjung membaik.

Presiden klub Persija Ferry Paulus sempat berujar, pada putaran kedua ISC A pihaknya ingin mendapatkan sosok striker asing berlabel marquee player (pemain mahal) untuk mengatasi tumpulnya lini depan mereka.
Sementara untuk saat ini, Camargo hanya bisa pasrah lantaran belum bisa menggamit striker baru sampai dibukanya kembali jendela transfer pemain. Alhasil, kali ini untuk menyiasatinya Camargo bisa jadi mengandalkan para gelandang atau penyerang sayapnya untuk memecah kebuntuan tim dengan

menggunakan strategi false nine, seperti yang diperagakan tim nasional Spanyol di Piala Eropa 2012.
Apalagi jika melihat dari deretan pencetak gol Persija, justru sang gelandang Ade Jantra Lukmana yang menjadi topskor sementara dengan dua gol. Sisanya, gol Persija dilesakkan Ismed Sofyan, Ambrizal Umanailo, dan Jose Guerra yang masing-masing baru mengemas satu gol.

Persija harus segera membangun mental mereka kembali jika tak ingin makin terpuruk. Belum lagi, permasalahan non teknis di mana mereka masih kesulitan untuk mendapatkan kandang baru, setelah terusir dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Hal itu tentunya juga sedikit banyak mempengaruhi psikologi Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

via Goal.com

Sabtu, 02 Juli 2016

PREVIEW ISC A 2016: Persib Bandung - PSM Makassar

Persib Bandung mewaspadai sejumlah mantan yang kini berseragam PSM Makassar
 ==================================================================
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman memberi perhatian cukup serius kepada sejumlah mantan Pangeran Biru yang kini memperkuat PSM Makassar saat kedua tim bertemu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (2/7) malam WIB, pada pekan kesembilan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Setidaknya ada tiga pemain eks Persib yang kini berseragam PSM, yaitu Ferdinand Sinaga, Erik Setiawan, dan Jajang Maulana. Djadjang berharap skuatnya mampu mengantisipasi setiap pergerakan pemain yang pernah berkostum biru tersebut.

“Walaupun tidak khusus, saya sudah lama kenal dia [Ferdinand], satu pemain lokal yang menonjol. Bukan hanya saya, tapi pemain lain juga saya kira sudah kenal siapa Ferdinand. Mudah-mudahan dia bisa diatasi nanti,” ujar Djanur, sapaan Djadjang.
Persib dipastikan tampil dengan kekuatan terbaik, termasuk trio legiun asing, Vladimir Vujovic, Robertino Pugliara, dan Juan Beloncoso. Sergio van Dijk yang dimainkan dari bangku cadangan berpeluang menjadi starter.
“Hanya satu hari saja Robertino tidak ikut latihan, tapi kemarin [Kamis] dia sudah bergabung dengan pemain lain, artinya dia sudah siap main. Kemungkinan cukup terbuka untuk Sergio menjadi starting eleven. Kita lihat saja nanti,” ungkapnya.

Kubu PSM juga mengaku keberadaan mantan penggawa Persib memberikan keuntungan bagi Juku Eja. Asisten pelatih Budiardjo Thalib mengakui ada masukan dari ketiga pemain tersebut.
“Bukan cuma Ferdinand, tapi ada Erik dan Jajang juga, mereka putra Bandung. Saya rasa kami mendapatkan masukan berharga. Tapi itu rahasia kami di lapangan, teman media akan tahu sendiri nanti,” ucap Budiardjo.
Budiardjo menambahkan, kembalinya Djanur ke kursi pelatih Persib membuat Maung Bandung bakal mengalami perubahan permainan. Budiardjo optimistis pelatih Robert Rene Alberts akan bisa mengatasi skema yang diterapkan Djanur.

“Saya rasa, adanya Djadjang di Persib buat kita lebih waspada. Apalagi saya tahu Djadjang, dia jago strategi. Persib salah satu tim yang terkuat di ISC ini, semua lininya bagus. Jadi tidak semudah itu kami bisa mendapatkan kemenangan. Kami akan berjuang mencari kemenangan,” tutur Budiardjo

Berikut prakiraan susunan pemain:
Persib: I Made Wirawan; Dias Angga, Vladimir Vujovic, Purwaka Yudhi, Tony Sucipto, Hariono, Kim Jeffrey Kurniawan, Robertino Pugliara, Zulham Zamrun, Atep, Sergio van Dijk.

PSM: Dimas Galih Pratama; Ardan Aras, Hendra Wijaya, Jajang Maulana, Achmad Sumardi, Syamsul Chaeruddin, Rizky Pellu, Ridwan Tawainella, M Rahmat, Ferdinand Sinaga, Muchlis Hadi Ning.

via Goal.com

Persipura Jayapura Andalkan Bio Paulin Redam Alberto Goncalves

Pelatih Persipura Jayapura Jafri Sastra mewaspadai ancaman yang bisa diberikan striker Sriwijaya FC Alberto Goncalves saat kedua tim berjumpa di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (3/7) malam WIB.
Beto, sapaan Goncalves, pernah memperkuat Persipura pada musim 2007-2010, dan selanjutnya berkarier di Arema. Beto pun mengawali kiprahnya di Indonesia bersama Persijap Jepara. Catatan itu membuat Beto sudah paham seluk beluk sepakbola Indonesia.
“Kita tahulah seperti apa Beto. Dia pemain bagus, kaya pengalaman, sudah lama bermain di Indonesia. Tidak hanya di Persipura saja, ada banyak klub besar pernah dibelanya,” ungkap Jafri.

Di usianya yang menginjak usia 35 tahun, penampilan Beto tetap mencuri perhatian. Bersama Laskar Wong Kito, mantan striker Penang FA itu sudah mengoleksi tiga gol dari delapan partai Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
“Mesipun begitu, tidak ada pengawalan khusus untuk dia. Kita juga ada Bio [Paulin] yang sudah lama bermain dengan iklim di Indonesia, tahu pemainan dia. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” beberanya.
Disinggung mengenai target di Palembang, Jafri mengaku tak terlalu muluk menginginkan kemenangan. Bagi Jafri, ia hanya menginginkan Persipura membawa pulang tiga angka. Dalam tiga laga tandang terakhir, Persipura memiliki rekor bagus, yakni dua kemenangan, dan sekali imbang.
“Tentunya hal-hal positif itu selalu kita inginkan, bagaimana memperoleh hasil terbaik di setiap pertandingan. Meskipun bermain tandang, kemenangan tentunya tetap kami incar,” tegasnya.