Foto: sepakbola.com/ Ardi P
Jakarta - Tanggal 13 Mei lalu, jadi hari yang membahagiakan buat sepak bola Indonesia. Itu karena FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi sepak bola Indonesia. Para pemain pun bergembira menyambut keputusan itu. Termasuk Evan Dimas yang baru tiba dari Spanyol.
Seperti diketahui, hampir setahun sepak bola Indonesia dikucilkan dari lingkup internasional karena sanksi FIFA. Hal itu berawal dari intervensi dan surat pembekuan yang ditandatangani Menpora Imam Nahrawi kepada PSSI.
Tentunya imbasnya ke timnas Indonesia yang tidak bisa berpartisipasi di seluruh event FIFA termasuk menggelar pertandingan uji coba.
Kini FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi itu setelah dibahas pada kongres di Meksiko, 12-13 Mei 2016. Evan sendiri sangat antusias mendengar kabar ini dengan demikian dirinya bisa berseragam timnas Indonesia lagi.
"Senang rasanya sudah tidak ada lagi pembekuan apalagi aktivitas sepakbola Indonesia sudah setahun berhenti. Kalau udah dicabut gini kan kita bisa bermain untuk timnas, bisa ada Liga Indonesia lagi," ujar Evan di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta.
Ia pun berjanji nantinya jika kembali membela timnas Indonesia, dirinya siap memberikan gelar juara seperti ketika membawa Timnas U-19 kampiun Piala AFF U-19.
"Pastilah siapa yang tidak ingin membela timnas. Saya rindu juara bersama timnas, saya juga euforia suporter Indonesia. saya berharap dicabutnya sanksi ini, Indonesia bisa berprestasi bai itu juara baik itu di level Asia Tengga, Asia maupun dunia," harapnya.
Namun kini fokusnya membawa Surabaya United yang sekarang berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United bersaing secara kompetitif di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.
"Saya belum tahu kalau ada tawaran dari luar, itu masih banyak pertimbangan. Untuk saat, ini saya akan fokus terlebih dahulu di Bhayangkara karena masih ada kontrak di sana selama satu tahun," tutupnya.
Seperti diketahui, hampir setahun sepak bola Indonesia dikucilkan dari lingkup internasional karena sanksi FIFA. Hal itu berawal dari intervensi dan surat pembekuan yang ditandatangani Menpora Imam Nahrawi kepada PSSI.
Tentunya imbasnya ke timnas Indonesia yang tidak bisa berpartisipasi di seluruh event FIFA termasuk menggelar pertandingan uji coba.
Kini FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi itu setelah dibahas pada kongres di Meksiko, 12-13 Mei 2016. Evan sendiri sangat antusias mendengar kabar ini dengan demikian dirinya bisa berseragam timnas Indonesia lagi.
"Senang rasanya sudah tidak ada lagi pembekuan apalagi aktivitas sepakbola Indonesia sudah setahun berhenti. Kalau udah dicabut gini kan kita bisa bermain untuk timnas, bisa ada Liga Indonesia lagi," ujar Evan di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta.
Ia pun berjanji nantinya jika kembali membela timnas Indonesia, dirinya siap memberikan gelar juara seperti ketika membawa Timnas U-19 kampiun Piala AFF U-19.
"Pastilah siapa yang tidak ingin membela timnas. Saya rindu juara bersama timnas, saya juga euforia suporter Indonesia. saya berharap dicabutnya sanksi ini, Indonesia bisa berprestasi bai itu juara baik itu di level Asia Tengga, Asia maupun dunia," harapnya.
Namun kini fokusnya membawa Surabaya United yang sekarang berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United bersaing secara kompetitif di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.
"Saya belum tahu kalau ada tawaran dari luar, itu masih banyak pertimbangan. Untuk saat, ini saya akan fokus terlebih dahulu di Bhayangkara karena masih ada kontrak di sana selama satu tahun," tutupnya.
via Sepakbola.com,
0 komentar:
Posting Komentar