Ilyazsport- Ketua Pembinaan Usia Dini PSSI, Zuchli Imran Putra mengungkapkan
salah satu targetnya untuk perkembangan sepak bola usia dini Indonesia.
Imran mengaku pada tahun 2022 nanti, Indonesia akan memiliki 100 pemain
sepak bola berbakat hasil dari pembinaan yang baik dan terstruktur.
"Ketika
saya bersama Imran Soccer Academy (IAS) pada tahun 2012, mewakili nama
Indonesia mengikuti sebuah kompetisi usia 12 tahun di Jepang, banyak
orang di sana menanyakan kenapa anak-anak di Indonesia sangat berbakat
dan berprestasi, tetapi ketika beranjak dewasa kemampuannya menurun,"
tutur Imran
"Kemudian,
saya berkata untuk memberikan waktu 10 tahun kepada Indonesia untuk
memperbaiki hal itu. Sehingga, pada 2022 nanti, akan ada 100 pemain
berbakat yang bisa diandalkan Indonesia dan mereka semua itu, berasal
dari pembinaan yang baik. Saya yakin pembinaan ini tidak akan terhenti
di tengah jalan." lanjutnya.
Imran menyebutkan pembinaan yang dia
lakukan adalah melalui cara bekerja sama dengan Sekolah Sepak Bola
(SSB) yang ada di seluruh Indonesia. Hal itu juga menjadi salah satu hal
yang menyebabkan eks anggota Komisi Disiplin PSSI ini mendirikan IAS.
Menurutnya,
SSB adalah sarana yang baik sebagai pembinaan awal sepak bola
Indonesia. Imran juga berharap, SSB bisa bekerja sama dengan klub
sebagai bagian dari pembinaan usia dini di dalam sebuah klub. Mengingat,
klub-klub di Indonesia saat ini sedikit sekali yang memiliki pembinaan
usia muda yang baik.
"Saya dan ASBI (Asosiasi SSB Indonesia) akan
rutin menggelar turnamen untuk SSB di seluruh Indonesia. Untuk tahun
ini saja sudah ada 80 SSB yang mendaftar. Hal ini kami lakukan agar
pemain-pemain berbakat yang belum terekspos yang berada di pelosok Tanah
Air bisa bermunculan," ucap Imran.
"Saya ingin pemain-pemain ini
tidak terputus pembinaannya. Saya ingin di Indonesia, seperti di
liga-liga Eropa. Dimana klub-klubnya memiliki pembinaan usia muda hingga
sampai 8 atau 10 tahun," tutupnya.
Senin, 15 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar