Djadjang menurunkan Belencoso sebagai starter sebagai bagian dari rotasi untuk mengatasi kelelahan pemain. Ketika mengalahkan Persipura Jayapura, Belencoso hanya memanaskan bangku cadangan, karena Djadjang lebih memilih Sergio van Dijk.
“Itu semua merupakan strategi, namun ternyata Belencoso tidak sesuai harapan,” ungkap Djanur, sapaan Djadjang, dikutip laman Bobotoh.
Djanur juga mengakui keunggulan Semen Padang yang tampil bagus di hadapan publiknya. Sebelumnya, Djanur menyatakan gol cepat Marcel Sacramento memberikan pengaruh terhadap performa Persib.
“Kita akui permainan Semen Padang luar biasa sejak awal hingga akhir, dan mereka memang sangat menyeramkan jika bermain di kandang. Kami tak punya ksempatan untuk melakukan serangan balik, dan pemain memang sudah terkuras secara fisik dan mental,” ucap Djanur.
Sementara itu, gelandang Kim Jeffrey Kurniawan mengakui gol cepat telah mengubah permainan Persib. Ia meyakini Persib bisa mendapatkan hasil bagus bila Sacramento tak mencetak gol cepat.
“Harus diakui Semen Padang bermain lebih bagus. Jika tidak ada gol cepat, kami bisa unggul. Namun semuanya cepat berubah setelah gol pertama,” kata pemain blasteran ini.
“Kita bermain lebih baik di babak kedua, bisa mengimbangi Semen Padang, dan menguasai ball position. Namun semua itu percuma, karena kita tak bisa mencetak gol.” (gk-33)
0 komentar:
Posting Komentar